Beranda News Daerah Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, Kaltim Buka Pusat Informasi Pariwisata di Bali

Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, Kaltim Buka Pusat Informasi Pariwisata di Bali

Pusat Informasi Pariwisata Kaltim

Samarinda, Nitizen – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur akan membuka “Pusat Informasi Pariwisata Kaltim” di Provinsi Bali. Dengan adanya pusat informasi ini diharapkan kunjungan wisatawan ke Kaltim dapat lebih meningkat lagi di tahun 2020.

“Kenapa di Bali? Kita ingin mengambil wisatawan yang ada di Bali dan sekitarnya atau istilahnya Bali and Beyond. Selama ini Bali telah ketumpahan wisatawan yang sangat banyak sehingga kita perlu mitra destinasi. Jadi orang setelah datang ke Bali bergerak ke tempat lain supaya orang dapat juga masuk ke Kaltim,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, yang dihubungi pada Minggu sore (19/1).

Menurutnya, selama ini wisatawan mancanegara yang datang ke Bali, paling jauh mereka juga berkunjung ke daerah seperti Labuan Bajo atau Lombok (NTB) dan Banyuwangi (Jawa Timur0. Apalagi, jarak Bali dan Nusa Tenggara Barat ataupun Jawa Timur tersebut relatif dekat dengan Bali.

Hingga kini, belum banyak wisatawan yang melanjutkan liburan mereka ke Kalimantan. Mungkin saja ada yang ke Kalimantan tetapi sedikit sekali. Apalagi masih banyak wisatawan yang belum tahu apa saja destinasi wisata yang ada di Kaltim.

Berita Terkait  VIDEO VIRAL - Mayat Tergeletak di Rumah Sakit China, Diduga Korban Virus Corona, Diunggah Perawat

“Nah kita sudah punya koneksi (penerbangan) dari Denpasar ke bandara di Samarinda dan rute Denpasar-Balikpapan. Kita ingin meningkatkan kunjungan wisatawan tersebut dengan menghadirkan pusat informasi pariwisata di Bali,” jelasnya.

Sri Wahyuni merencanakan Pusat Informasi Pariwisata Kaltim di Bali ini dapat diluncurkan (launching) pada semester dua tahun ini dengan mengundang sejumlah Konsulat Jenderal (Konjen) masing-masing negara yang wisatawannya kerap datang ke Bali.

Selama ini, kunjungan wisatawan ke Kaltim masih didominasi oleh turis-turis dari negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Selebihnya ada India, Cina, Jerman dan Australia.(indonesiainside.id)

Advertisement